News
Panorama Foundation memulai kerjasama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) untuk Pengembangan Desa di Lombok
Panorama Foundation memulai kerjasama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) untuk Pengembangan Desa di Lombok

Panorama Foundation menandatangani perjanjian kerjasama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit  (GIZ) untuk pengembangan Desa Wisata Sekarbela dan Bayumulek, Lombok, NTB dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya peningkatan kapasitas penduduk desa dan promosi desa di pasar lokal dan mancanegara.

Sebagai yayasan sosial independen yang bergerak di kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), Panorama Foundation pada tahun 2014 ini bekerjasama dengan program Regional Economic Development (RED). RED merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia melalui BAPPENAS dan Pemerintah Federal Jerman melalui Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ). Program ini diimplementasikan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan bertujuan untuk meningkatkan daya saing di daerah dan sektor yang dipilih dengan meningkatkan kapasitas mitra publik dan swasta untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat nasional dan daerah, yaitu di Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan NTB, salah satunya melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan dan hijau (Sustainable and Green Tourism).

Kesepakatan kerjasama keduabelah pihak ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan kemarin di kantor Panorama Foundation yang diwakili oleh Zulazmi - Deputy Country Director GIZ Indonesia, Frank Bertelmann - Principal Advisor RED, Bondan Nurdiyanto - Chairman Panorama Foundation dan AB Sadewa - Vice Chairman Panorama Foundation. Kerjasama ini merupakan yang pertama kalinya antara Panorama Foundation dengan lembaga internasional untuk pengembangan Desa Wisata Hijau.

Pertemuan pertama antara Panorama Foundation dan GIZ terjadi pada awal Maret 2014 lalu yang membahas mengenai ketertarikan keduabelah pihak untuk mengembangkan dua desa di Lombok, yaitu Sekarbela dan Banyumulek menjadi desa wisata hijau yang lebih siap menerima kunjungan wisatawan. Program pelatihan tour guide yang akan segera dimulai pada awal Oktober mendatang, pembuatan narasi desa, aktifitas CSR bagi para turis, promosi desa kepada turis mancanegara dan pelatihan di bidang hospitality menjadi isi dari MoU yang telah ditandatangani.

Sebelum ditandatanginya MoU, juga sudah terlebih dahulu melewati banyak proses untuk menjalankan proyek kerjasama ini salah satunya adalah dengan diadakannya Rapat Koordinasi dan Sinergi Program Pengembangan Desa Wisata Hijau pada 16 April 2014 di Lombok yang dihadiri oleh perwakilan dari Panorama Foundation, BAPPENAS, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, BAPPEDA & SKPD dengan mengagendakan kunjungan ke desa Banyumulek dan Sekarbela, pemaparan mengenai program Desa Wisata Hijau, rapat koordinasi dan sinergi untuk mendukung program ini.

Banyumulek adalah salah satu desa wisata di Pulau Lombok yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat yang berjarak 14 kilometer jika ditempuh dari Kota Mataram. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai pengrajin gerabah. Sementara Desa Sekarbela terletak di Kelurahan Karang Pule, Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang terkenal dengan sentra produk perhiasan emas dan mutiara. Mutiara-mutiara yang dijual di Desa Sekarbela adalah mutiara asli hasil budi daya air laut dan air tawar yang kualitasnya tidak kalah dengan mutiara dari negara lain seperti Australia, Tahiti, Myanmar, dan Filipina.







Recent Update